Pernikahan kemarin itu…

Kemarin Sabtu saya menghadiri pernikahan teman Batak saya, and it was an awesome wedding. Awesoomeee  XD Bukan karena kemewahannya atau karena makanannya atau dandanan pengantinnya, tapi karena musiknya eh.

Tapi beneran, musik pernikahan adat Batak itu keren sangat, saya jatuh cinta. Anda harus mendengarkannya, versi live, solo suling, dari awal sampai akhir pernikahan, dan anda akan paham. It was awesooomee! XD Saya cari di yutub nemunya versi band semua, e. Suara sulingnya agak ketutup. Tapi ini ada beberapa yang mendekati:

dan

Dan tentu pernikahannya dong. Walaupun saya tak mengerti bahasanya, pernikahan itu indah sekali. Hampir mewek saya :D

Saya bukan orang Sumatra, jadi harap dimengerti kalau ada beberapa detail yang saya sebutkan salah. Begini urutan resepsi yang kemarin saya hadiri.

Kami hadir di resepsi acaranya saja, karena sudah sangat terlambat untuk meghadiri pemberkatan pernikahannya di gereja. Di tempat resepsi, sebelumnya sudah hadir sebagian besar seluruh kerabat dan undangan, sebagian sudah berada di dalam, sebagian masih di luar.

Awalnya, keluarga pengantin laki-laki sudah berada di panggung dan menunggu rombongan keluarga pengantin perempuan masuk (yang menurut teman Batak lain, ini karena penyelenggara resepsinya adalah keluarga pihak laki-laki. Ternyata di adat Batak, bisa dirundingkan siapa yang akan menyelenggarakan resepsinya, boleh keluarga laki-laki, boleh keluarga perempuan). Dan masuklah rombongan keluarga pengantin perempuan dengan diiringi musik, membawa seserahan untuk keluarga pihak laki-laki. Dan diikuti rombongan keluarga dekat, agak jauh, dsb, I lost track berapa rombongan yang masuk. Banyak dah.

Rombongan keluarga pengantin perempuan disambut oleh keluarga pengantin laki-laki, tapi rombongan seterusnya akan disambut oleh keluarga pengantin perempuan. Koreksi aku kalau aku keliru (KAKAK :D ) I really loved event penyambutan ini. Bagian ini yang hampir bikin saya mewek.

Keluarga perempuan menanti di ujung ruangan menghadap pintu dari mana rombongan akan masuk. Lalu rombongan masuk membawa seserahan, bersamaan dengan rombongan keluarga perempuan bergerak ke arah mereka, jadi akan bertemu di tengah-tengah ruangan. Dan tentu sementara itu musiknya tetep awesome.

“Selamat datang, selamat datang! Kami senang menyambut saudara sekalian.”, begitu pesan yang terbaca dari keluarga perempuan. Yang dijawab dengan “Ini kami datang, saudaraku, kami ikut berbahagia, dan kami membawa bekal untuk pengantin untuk memulai hidup baru mereka.”. Lalu keluarga perempuan menyongsong kedatangan rombongan, orangtua pengantin perempuan bergerak ke arah rombongan sementara anggota keluarga yang lain tetap di tempatnya di tengah ruangan. Ayah dan ibu pengantin mendekati anggota rombongan yang datang satu persatu, menyentuh perbatasan rahang dan leher tamu, dan kalau tamunya wanita akan dipeluk dan atau dicipika cipiki oleh si Ibu. And God that goddamn tears just don’t want to stay inside. That was just such an intimate gesture.  Seakan mengatakan “Selamat datang, selamat datang! Kita semua adalah saudara sekarang.”

Setelah acara penyambutan selesai, baru kedua pengantin memasuki ruangan dan menempati panggung. Bagian ini malah seperti insignificant, karena yah, gitu doang. Lalu tamu bergiliran menyalami pengantin.

Setelah duduk dan diperbolehkan oleh MC, tamu boleh makan hidangan yang sudah disediakan. Wiiiww babiiik~ XD Seharusnya lagi, untuk mengantisipasi adanya tamu Muslim, disediakan menu Nasional, yang berarti menu halal, tapi kemarin tidak ada, jadi kita makan babik aja gimana, sodaraa *ngarep* kami berhati-hati dan memilih menu ikan dan ayam saja.

Setelah itu saya agak lost track, karena tukang subtitlenya temen Batak saya yang lain malah ngider ngambil poto jadi ga ada yang nerangin ini apa itu apa. Katanya seharusnya sesudah makan, tamu boleh berpoto dengan pengantinnya, tapi malah acara pengucapan terima kasih dulu. Garis besarnya, pihak keluarga (laki-laki dan perempuan) mengucapkan terima kasih kepada cabang-cabang keluarga mereka, “Terima kasih sudah ikut mendidik dan membesarkan anak kami.” Begitu kira-kira. Yang ditunjukkan dengan pemberian hadiah kepada kepala keluarga mereka. Acara ini berlangsung lamaaaa sekali, banyaaaaak sekali cabang keluarga yang diucapkan terima kasih dan diberi hadiah.

Dan kami bosan.Ngantuk. Nggak ngerti bahasanya. Akhirnya sekitar jam tiga kami keluar ruangan. Biasanya acara resepsi paling lama juga sampai jam dua aja bukan? -__-

Dan nggak jadi pepotoan sama pengantinnya.. -____-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s